
Jakarta – Menikmati secangkir kopi sudah menjadi rutinitas banyak orang. Namun, cara mengonsumsi kopi ternyata ikut menentukan apakah minuman ini memberi manfaat atau justru berdampak kurang baik bagi kesehatan.
Setiap orang memiliki kebiasaan berbeda saat ngopi, mulai dari jenis racikan, waktu minum, hingga tambahan pemanis. Jika dilakukan dengan tepat, kopi dapat membantu meningkatkan energi, konsentrasi, bahkan mendukung suasana hati. Sebaliknya, kebiasaan yang kurang tepat berisiko memicu gangguan tidur, masalah pencernaan, rasa cemas, hingga berbagai persoalan kesehatan lainnya.
Selain memperhatikan jumlah konsumsi, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari agar manfaat kopi bisa dirasakan secara maksimal. Berikut penjelasannya, dirangkum dari Health.com.
1. Minum kopi terlalu sore
Banyak orang mengandalkan kopi pada sore hari untuk mengusir kantuk. Padahal, kebiasaan ini bisa mengganggu waktu istirahat malam.
Kafein bekerja sebagai stimulan yang memengaruhi sistem saraf pusat dan efeknya dapat bertahan selama beberapa jam. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi kopi hingga enam jam sebelum waktu tidur dapat menurunkan kualitas tidur.
Melissa Prest, DCN, RDN dari Academy of Nutrition and Dietetics menyarankan agar konsumsi kopi berkafein dihentikan setidaknya enam jam sebelum tidur. Bila tetap ingin menikmati kopi setelah pukul 14.00, pilihan kopi tanpa kafein (decaf) bisa menjadi alternatif.
2. Memilih kopi tanpa penyaringan
Kopi yang diseduh tanpa filter, seperti French press maupun kopi Turki, mengandung senyawa diterpen lebih tinggi, terutama kahweol dan cafestol.
Kedua senyawa tersebut diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung maupun stroke.
Selain itu, ampas kopi yang ikut terminum dapat mengiritasi saluran pencernaan sehingga memicu rasa tidak nyaman, perih, bahkan peradangan. Karena itu, kopi yang menggunakan filter kertas dinilai lebih baik untuk dikonsumsi.
3. Langsung minum kopi setelah bangun tidur
Meski menjadi kebiasaan banyak orang, meminum kopi sesaat setelah bangun tidur ternyata kurang dianjurkan.
Kafein dapat memengaruhi kerja adenosin, neurotransmitter yang berperan dalam mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Akibatnya, tubuh bisa kehilangan kesempatan untuk bangun secara alami.
Agar manfaat kopi lebih optimal, tunggulah sekitar 60-90 menit setelah bangun tidur. Selama menunggu, biasakan minum air putih, mendapatkan paparan sinar matahari pagi, atau melakukan peregangan ringan.
4. Menambahkan terlalu banyak gula
Kopi dengan tambahan gula atau pemanis berlebihan memang terasa lebih nikmat. Namun, kebiasaan ini dapat meningkatkan asupan gula harian yang berdampak pada kesehatan.
Konsumsi gula berlebih dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker. Selain itu, lonjakan dopamin akibat konsumsi gula juga dapat memicu keinginan untuk terus mengonsumsi makanan atau minuman manis.
Sebagian pemanis buatan juga berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan seperti perut kembung, mulas, atau diare. Bila ingin cita rasa manis, gunakan pemanis alami secukupnya seperti madu, stevia, sirup kurma, atau sirup maple.
5. Menggantikan makan dengan kopi
Sebagian orang memilih kopi sebagai pengganjal lapar saat menjalani diet atau karena kesibukan. Padahal, kopi tidak mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan tubuh sebagai pengganti makanan.
Mengonsumsi kopi saat perut kosong juga dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga memicu keluhan maag atau GERD pada sebagian orang.
Pilihan yang lebih baik adalah menikmati kopi setelah makan. Cara ini dinilai lebih aman bagi lambung sekaligus membantu menjaga metabolisme dan kestabilan kadar gula darah.
