
Jakarta – Kimchi merupakan salah satu makanan fermentasi khas Korea yang semakin populer di berbagai negara. Terbuat dari sayuran yang difermentasi dengan cita rasa pedas dan asam, kimchi dikenal kaya probiotik yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
Namun, apa yang sebenarnya terjadi jika kimchi dikonsumsi setiap hari?
Dokter spesialis kedokteran keluarga, Dr. Patricia Varacallo, DO, mencoba menambahkan kimchi ke dalam menu hariannya selama tujuh hari untuk melihat efek yang dirasakan tubuh. Dikutip dari The Healthy, ia menemukan sejumlah perubahan, mulai dari rasa kenyang lebih lama hingga munculnya beberapa efek kurang nyaman.
Menurutnya, kimchi termasuk makanan rendah kalori tetapi memiliki kandungan nutrisi yang cukup beragam. Dalam sekitar 150 gram kimchi, terdapat kurang lebih 23 kalori, 1 gram protein, kurang dari 1 gram lemak, serta sekitar 4 gram karbohidrat yang sebagian besar berasal dari serat.
Selain serat, kimchi juga mengandung berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin A, C, K, dan B12, serta zat besi, kalium, dan kalsium. Makanan fermentasi ini juga menyediakan folat, beta karoten, kolin, dan probiotik.
Probiotik Jadi Kandungan Utama Kimchi
Salah satu manfaat utama kimchi berasal dari kandungan probiotiknya. Bakteri baik ini membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus yang berhubungan dengan kesehatan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh.
Ahli gizi Julia Zumpano, RD, LD dari Cleveland Clinic Center for Human Nutrition, menjelaskan bahwa makanan fermentasi seperti kimchi dapat membantu memperkuat mikrobioma usus, mengurangi peradangan, serta mendukung sistem imun yang lebih sehat.
Selain manfaat tersebut, kandungan serat dalam kimchi juga membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Hal ini menjadi salah satu efek yang dirasakan Dr. Patricia selama menjalani eksperimen makan kimchi setiap hari.
Kimchi Mudah Dipadukan dengan Berbagai Menu
Selama percobaan, Dr. Patricia mencoba mengonsumsi kimchi dengan berbagai cara. Makanan fermentasi ini bisa disantap langsung, dicampurkan dengan nasi, ditambahkan ke salad, diolah bersama tumisan, hingga dijadikan pelengkap hidangan ayam atau daging.
Menurutnya, beberapa kombinasi yang paling disukai adalah kimchi bersama nasi, tumisan sayuran, serta ayam panggang.
Tetap Ada Efek Samping yang Perlu Diperhatikan
Meski memberikan manfaat, konsumsi kimchi setiap hari juga dapat menimbulkan efek tertentu pada sebagian orang.
Dr. Patricia mengaku mengalami perut terasa lebih bergas atau kembung pada beberapa hari, terutama ketika kimchi dikombinasikan dengan sayuran lain yang juga tinggi serat seperti brokoli dan kubis Brussel.
Selain itu, ia juga merasakan sensasi panas di lambung pada beberapa kesempatan, terutama ketika mengonsumsi kimchi sebagai camilan tanpa makanan pendamping. Rasa pedas dan asam pada kimchi dapat menjadi pemicu ketidaknyamanan bagi orang yang memiliki lambung sensitif.
Menariknya, selama satu minggu mengonsumsi kimchi, Dr. Patricia tidak mengalami sakit meskipun berada di lingkungan dengan orang yang sedang kurang sehat. Namun, ia tetap memilih tidak menjadikan kimchi sebagai makanan wajib setiap hari setelah percobaan tersebut selesai.
Para ahli menyebut kimchi tetap aman dikonsumsi secara rutin. Meski begitu, jumlah konsumsinya perlu disesuaikan karena makanan fermentasi ini juga dapat memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi. Kondisi kesehatan dan respons tubuh masing-masing orang juga perlu menjadi pertimbangan.
