
Jakarta – Tidak semua produk yang dijual di supermarket memiliki tingkat keamanan yang sama. Pakar keamanan pangan mengingatkan ada beberapa jenis makanan yang lebih rentan terkontaminasi bakteri sehingga berpotensi menyebabkan keracunan jika tidak ditangani dengan baik.
Berbelanja di supermarket memang menawarkan kemudahan, tetapi konsumen tetap disarankan lebih teliti saat memilih makanan, terutama produk yang mudah rusak atau telah melalui banyak proses penanganan.
Profesor kesehatan masyarakat dari New Mexico State University, Jagdish Khubchandani, mengatakan penyakit akibat makanan masih menjadi masalah yang dialami jutaan orang setiap tahunnya. Karena itu, memilih produk dengan cermat menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risikonya.
Berikut beberapa jenis makanan yang dinilai lebih rentan mengalami kontaminasi.
1. Buah Potong dalam Kemasan
Buah yang telah dipotong dan dikemas memang praktis untuk langsung dikonsumsi. Namun, proses pemotongan dan pengemasan meningkatkan peluang terjadinya kontaminasi silang.
Ahli keamanan pangan Darin Detwiler menjelaskan bahwa kebersihan pekerja sangat menentukan keamanan produk tersebut.
“Kadang pekerja tidak mencuci tangan setelah melakukan pekerjaan lain sebelum kembali memotong buah,” ujarnya.
Selain itu, menurut Khubchandani, kualitas buah di dalam kemasan juga sulit dinilai sebelum dibuka. Buah yang mulai rusak atau mengalami fermentasi sering kali baru diketahui setelah kemasan dibuka di rumah.
2. Makanan Siap Santap
Produk siap makan yang dijual di rak grab-and-go juga memerlukan perhatian khusus.
Detwiler menjelaskan bahwa makanan panas maupun dingin yang disimpan pada suhu yang kurang tepat dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri berbahaya.
Ia juga menyoroti kemungkinan kontaminasi selama proses penyiapan, terutama apabila standar kebersihan pekerja tidak diterapkan secara konsisten. Menurutnya, kemudahan membeli makanan siap santap harus diimbangi dengan pengawasan keamanan pangan yang baik.
3. Selada Kemasan
Selada siap santap yang dijual dalam kemasan juga beberapa kali dikaitkan dengan kasus kontaminasi bakteri seperti Escherichia coli (E. coli) dan Listeria.
Detwiler mengatakan asal-usul produk semacam ini terkadang sulit ditelusuri, terutama apabila dikemas ulang oleh pihak penjual.
Ia menyarankan konsumen membeli selada utuh, kemudian mencuci dan menyiapkannya sendiri di rumah agar kebersihannya lebih terjamin.
4. Produk Deli
Produk deli, seperti irisan daging olahan, keju, sandwich, salad, hingga makanan siap santap lainnya, juga termasuk kategori yang perlu diperhatikan.
Menurut Detwiler, pengelolaan produk deli tidak selalu memenuhi standar keamanan pangan secara optimal. Beberapa pekerja bahkan tidak mengetahui asal produk maupun lamanya penyimpanan.
Khubchandani menambahkan bahwa suhu penyimpanan yang tidak sesuai serta kebersihan saat proses penyajian menjadi faktor yang dapat meningkatkan risiko kontaminasi pada produk deli.
5. Blewah
Blewah juga masuk dalam daftar buah yang perlu ditangani dengan hati-hati.
Pada 2011, buah ini pernah dikaitkan dengan wabah bakteri Listeria di Amerika Serikat. Menurut Detwiler, permukaan kulit blewah memiliki tekstur yang membuat bakteri lebih mudah menempel dan sulit dibersihkan sepenuhnya.
Saat buah dipotong, bakteri yang berada di kulit dapat berpindah ke bagian daging buah melalui pisau.
Karena itu, blewah yang sudah dipotong sebaiknya segera dikonsumsi atau disimpan di lemari pendingin dalam waktu yang tidak terlalu lama untuk mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.
Para ahli menekankan bahwa makanan-makanan tersebut bukan berarti harus dihindari sepenuhnya. Konsumen hanya perlu lebih cermat saat memilih, memastikan produk disimpan pada suhu yang sesuai, memperhatikan tanggal kedaluwarsa, serta menjaga kebersihan sebelum mengonsumsinya.
